Pembohong Besar dalam acara Televisi



Sejatinya, reality show merupakan acara faktual meski masih tergolong jenis program artistik bukan jurnalistik. Namun, sesuai namanya reality, maka apa yang ditampilkan merupakan kisah nyata. Tapi faktanya, hampir semua jenis acara itu berisi kebohongan besar para pembuatnya.

Entah apa yang ada dalam pikiran mereka, dengan mudahnya menggaet para pemain pemula untuk memerankan berbagai kisah rekayasa yang diolah seakan-akan nyata. Pemirsa pun tertipu. Ikut larut dalam kisah rekayasa itu, bahkan tak jarang turut meneteskan air mata. Penipuan dan kebohongan publik yang luar biasa.
Ternyata, menjadi pemeran sebuah tokoh di acara-acara reality show, merupakan salah satu ladang pekerjaan baru. Mereka bergabung dengan sebuah production house atau agen pemain, lalu bersiap-siaplah mengisi acara reality show yang tersebar di hampir semua stasiun televisi. Skenario sudah dibuat sedemikian dramatisnya, dan para pemain itu tinggal berakting seadanya. Mereka bukan pemain film profesional, sehingga aktingnya terlihat canggung dan kaku.
Menjadi Trend
Rekayasa program semacam itu ternyata sudah menjadi trend dalam industri televisi di Indonesia. Silahkan sebutkan acara reality show yang pernah Anda tonton. Yakinlah sebagian besar dari mereka adalah rekayasa. Misal acara Bukan Sinetron tadi, atau sejenis acara Termehek-mehek, hipnotis, jodoh-jodohan dan sebagainya. Mungkin hanya sebagian kecil saja yang masih mempertahankan keasliannya, seperti konsep yang mereka usung pada episode-episode awal.
Sebelumnya, rekayasa seperti ini juga terjadi pada acara-acara misteri, yang sempat menjadi kesukaan pemirsa beberapa tahun silam. Penampakan-penampakan makhluk halus, dibuat seperti nyata agar memberi kesan dramatis kepada pemirsa. Faktanya, sebagian besar dari program itu berisi kebohongan. Seorang pemeran yang penulis ketahui persis, menceritakan bagaimana dia disuruh seolah-olah kesurupan kemasukan mahluk goib atau menggerak-gerakan jendela dengan seutas tali, keris-keris bisa melayang agar terlihat seperti bergerak sendiri. menemukan batu atau jimat dalam tanah atau pohon yang sebenarnya sudah disiapkan sebelum shoting, Atas perannya tersebut, ia mendapatkan imbalan.
Trend kebohongan publik seperti itu masih terus berkembang hingga saat ini, bahkan makin merajalela. Tak heran jika banyak agen yang berubah fungsi atau melebarkan sayapnya, dari awalnya sebagai penyedia pemeran untuk film dan sinetron, menjadi penyedia calon pemeran acara reality show. Keuntungan yang mereka dapatkan cukup menggiurkan!
Dan yang paling parah adalah perilaku sebagia pekerja infotainmennya. Lihatlah di televisi saat ini, ada berapa banyak program infotainment. Mereka tayang terus menerus setiap hari tanpa libur. Artinya harus selalu ada gosip dan info yang ditayangkan. Apa yang terjadi ketika sepi gosip dan info tentang selebritas? Tak ada cara lain kecuali menciptakan gosip itu. Ada selebritas yang senang dengan gosip rekayasa itu, tapi tak jarang juga selebritas menjadi korbannya
Sebuah grup mafia penyedia berita sensasional semacam itu, dengan rapi gentayangann menawarkan program tersebut kepada stasiun televisi. Beberapa diantaranya sudah sukses dan ditayangkan. Mereka sudah sangat berpengalaman, sehingga hasil liputannya seolah berdasarkan fakta, padahal sebagian besar hasil rekayasa. Lagi-lagi publik yang menjadi korbannya.
Akibat Persaingan Industri
Semua ini terjadi akibat persaingan industri televisi yang kian ketat. Setiap stasiun berloma-lomba menyajikan program yang paling menarik buat publik. Tapi mereka kadang menghalalkan segala cara, dan melupakan etika, sehingga dampak program tersebut kepada masyarakat dinomor-sekiankan. Praktik-praktik semacam itu masih terus terjadi sampai detik ini, dan masyarakat, kita, para pengawasn dan pemerhati, seolah tidak berdaya menghadapi kondisi ini. “Anjing menggonggong kafilah berlalu,” mungkin begitu pendirian mereka.
Ah entahlah, zaman lagi edan!  ( oleh dodimawardi )


وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. 
(Q.S. Al Isra’ : 17:36)


الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
 “(Q.S. Yasin : 36:65)










Kru Televisi Indonesia Membeberkan 

Rahasia Produksi di Balik Reality Show Misteri


Bermuatan Horor, Jodoh Wasiat Bapak Kena Warning KPI

Di tengah keberhasilan tersebut, Antv mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Adapun isi surat peringatan untuk Antvmenjelaskan bahwa program siaran Jodoh Wasiat Bapak yang ditayangkan pada tanggal 3 September 2017 mulai pukul 10.27 WIB dan 18 September 2017 mulai pukul 18.52 WIB tidak sesuai dengan P3 dan SPS KPI tahun 2012.
Sebagaimana dicantumkan dalam rilisnya di Kpi.go.id, Selasa (3/10/2017), Jodoh Wasiat Bapak tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak-anak dan remaja serta pembatasan program siaran mistik, horor, dan supranatural.
Program siaran Jodoh Wasiat Bapak menampilkan cukup banyak muatan horor (hantu) yang dapat menimbulkan kengerian khalayak. KPI Pusat menilai program siaran yang menampilkan muatan mistik, horor dan/atau supranatural yang menimbulkan ketakutan dan kengerian khalayak dikategorikan sebagai program siaran klasifikasi D (Dewasa) dan hanya dapat ditayangkan pada pukul 22.00-03.00 waktu setempat, sebagaimana diatur dalam Pasal 32 SPS KPI Tahun 2017.
Wakil Ketua KPI Pusat, Sujarwanto Rahmat Arifin, yang menandatangani surat peringatan itu meminta stasiun televisi lebih memperhatikan dan menjadikan P3 dan SPS KPI sebagai pedoman dalam penayangan program siaran.



INI HIBURAN BUKAN KENYATAAN JANGAN TERTIPU

------------------------------------------------
BACA ARTIKEL LAINYA 





Share on Google Plus

About Tidak Sakti

    Blogger Comment
    Facebook Comment

17 Komentar:

  1. Berarti selama ini saya DITIPUU ?!?!

    ReplyDelete
  2. Jin yang hidup di tahun sebelum masehi tapi kok bisa ngomong bahasa indonesia, dan kalo memberikan informasi jelas banget, seolah olah ada rekayasa

    ReplyDelete
  3. Yang mana yang bener

    ReplyDelete
  4. Kalau Mau Bukti Silahkan ikuti acara SHooting mereka...pasti bakal tau aslinya. |o|

    ReplyDelete
  5. Kalau bangsa jin bisa milyaran bahasa

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. sadar diri saja "bohong itu dosa" jujur tidak jujur ya kita nikmatin aja acaranya. anggap saja sebagai hiburan. toh juga nanti ada balesannya. kalo jujur ya insya Allah jd banyak hikmahnya di acara tsb dan bila hanya rekayasa (membuat pemirsa mempercayai acara tsb ) atau yg bisa disebut kebohongan,itu sudah ada yang membalasnya nanti.

    ReplyDelete
  8. Mending nonton acara yg lebih mendidik, menghibur dan betul- betul realistis . masa bodo amat tuh hantu/ jin ada apa kagak, pret Egp dah

    ReplyDelete
  9. kalau cuma saya yang tertipu tidak masalah, yang lebih parah lagi seorang kyai ikut jd penipu jg

    ReplyDelete
  10. waspadalah banyak Orang-orang mudah tertipu dengan Kostum pakean - Gelar paranormal - Kyai - Ustad atau Pejabat....Hat-hatilah jangan mudah terperdaya oleh penglihatan atau pendengaran kita... karna sudah banyak yang korbanya. :(

    ReplyDelete
  11. Pinter dikit aja lah....
    Jangan mau di bodohin acara acara tersebut !!!
    Bulshiiiiit

    ReplyDelete
  12. Saya dari memang tidak percaya yg nmanya politik tv.

    ReplyDelete
  13. saya percaya.. shuting JPN ini ada yg bhong jga ada yg bneran..
    ngarti??

    ReplyDelete
  14. Maka nya gua lebih suka nonton tayangan luar drpd lokal , ,acara lokal ga berbobot krna bnyak adegan rekayasa

    ReplyDelete
  15. asssalamua'alaikum wr,wb, massaallah,, naudzubillah jdikan lah sebuah acara yang membenarkan dan jgn jauh dr akidah islam apalagi melanggar aturan alqur'an, saya ardie dr garut kobong al-majid tarkar hanya memberitahukan bahwa tugas bangsa jin jafir hanyalah menyebar fitnah, semoga kita jauh dr golongan orang" fitnah, amin

    ReplyDelete

Silahkan beri komentar dengan bijak dan sesuai dengan topik artikel, karena semua komentar akan saya moderasi terlebih dahulu sebelum ditampilkan. Thanks :)

Salam Damai